Sabtu, 08 November 2014

Maret 2015

Ketika hati tertutup kabut, mampukah mentari mencuri celah untuk masuk?
Ketika senyum terganjal kaku, mampukan tawa menganti untuk menghibur?

Ketika rindu terasa, bukan mulut yang bicara melainkan hati yang merasa.
Ketika khawatir terlintas, bukan mulut yang berucap melainkan tubuh yang begerak.

Bahagia ketika melihat senyum nan manis itu terlihat. Bahagia ketika melihatnya tertawa lepas saat bersamaku.. Jika dia ditakdirkan untukku, bawa dia menjadi Imamku menuntunku mengikuti langkahnya menuju surgaMu. Aamiin..

-DM, 16 Maret 2015-

Kamis, 02 Oktober 2014

Anda--

Jika aku lelah, ketahuilah bukan karena aku tak kuat melangkah. Tapi aku membiarkan kamu dengan pilihanmu, bertahan denganku atau dengan pilihanmu. Pikirkan lha....

Jika aku tersenyum pahami lha, bukan karena aku tak merasa sakit. Tapi aku mencoba menutupinya dan membiarkan kamu paham dengan sendirinya. Apa arti senyumku....

Bagi aku, peka itu adalah arti dimana kamu mencoba paham. Mencoba menangkap setiap kata demi kata..

Aku bersyukur mengenal kamu, mengerti kamu, bahkan mencintai kamu. Tapi aku lebih bersyukur ketika aku melihat kamu mampu menentukan pilihan untuk kebahagiaan sebelum kita bertemu.

-DM-

Rabu, 01 Oktober 2014

Dewasa itu bukan Usia

Menikah adalah saat di mana kesetiaan adalah harga mati yang tak bisa dilelang..
Menikah adalah saat di mana gerbang kesucian mulai dibentangkan..
Menikah adalah saat di mana ketidaksempurnaan bukan lagi masalah yang mesti diperdebatkan..
Menikah adalah saat di mana akar dirajut dari benang-benang pemikiran..

Menikah adalah saat di mana tawa dan air mata saling berdendang..
Menikah adalah saat di mana cinta pada Allah dan rasul-Nya dititipkan..
Menikah adalah saat di mana dua hati berganti peran pada kedewasaan...
Menikah adalah saat di mana amal-amal mulai ditumbuhkan..



Me Ni Kah..
bagiku suatu hal yang membuat wanita merasa dititik bahagianya.
Me Ni Kah..
bukan tetang menggadaikan kebebasan,tapi mengabdi pada tanggung jawab.
Me Ni Kah..
Bukan hanya sebuah komitmen antara aku, kamu, dan orang tuaku, tapi juga dengan Allah.

Menikah bukan karena Usia, melainkan kedewasaan dan kesiapan menjadi satu. 
Satu hati, satu pikiran, satu jiwa, satu janji, dan satu akhir.. Keabadian bersama 1 cinta dunia akhiratku. 

-DM-

Senin, 10 Maret 2014

--

Memilih itu sulit,
sesulit memulai kembali jika pilihan itu tidak tepat, tapi harus dijalani.
entah mengapa jika melakukan keputusan apapun aku dibayang2i oleh setiap detik sebelum pikiran memilih itu timbul.
Tapi aku percaya jika Tuhan itu adil, menempatkan aku disatu sisi untuk belajar. Belajar memohon kepadanya bukan hanya saat aku bimbang, bukan saat aku rapuh.
Berdiri tegap, dengan senyuman namun membayangkan tangan ini membelai lembut dada.
Pandangan Fokus, dengan sedikit anggukan bagai mengerti namun pandangan entah dimana.
Mampu untuk tersenyum namun hilang semua dayaku.

Tuhan,
Mampukah aku?
Sanggupkah aku?
memulai kembali dan mendapati jiwa lain disini, kembali mengenalkan jiwa ini untuk orang lain yang entah dapat menerimaku sepertinya?

Jangan biarkan aku lengah, jangan biarkan ada celah dalam pikiranku untuk memilih.
ku mohon, bantu aku Tuhan. berikan kami kesempatan untuk membangun sedikit lagi Pilar-pilar ini menjadi istana yang pernah kami kemukakan.

-DeeMarca-