Hari ini aku kembali berpikir...
memandang kedua jari tanganku..
dan aku berada dipikiran lain, setelah ini aku berada dimana?
akankah aku bisa menggerakan kedua tanganku?
Hari ini aku kembali termenung...
memandang kedua kakiku..
mungkinkah setelah ini aku mampu menopang badan ini?
Tuhan,
aku tau, apa yang Engkau berikan sesungguhnya masih teka-teki.
namun aku tlah tau apa yang terselip disela2 teka-tekiMu.
sesak bagai tak menemukan sedikit oksigen, walau aku tau aku akan merasakannya.
Sakit.. jika tiba rasa itu datang, menggigil jika tiba aku lupa meminum penghilang rasa sakitnya.
Tuhan,
aku sadar, semua yang aku lakukan hanya sedikit mengurangi pikiranku kearah yang masih Kau rahasiakan. Aku takut jika tiba..
Saat ini, aku kembali menatap kedua tangan dan kakiku..
aku masih bisa bertahan, aku mampu menahan.. beri aku kesempatan untuk sedikit mengurai kenangan manis dan baik untuk mereka.. Mereka yang dengan baik menjadi bagian dari hidupku sampai pada saatnya aku Give up dan tak mampu menjalani semua fungsi yang ada ditubuh ini :)
Thank Tuhan, untuk hidup yang singkat ini. *kecup untuk orang terkasihku... Papa*
Selasa, 25 September 2012
Senin, 24 September 2012
Dunno
Jika aku menganggap tuhan Adil
aku rasa memang benar, jika aku berharap tuhan selalu ada untukku
itu pun benar, tidak ada yag salah..
Namun...
semua seperti dipasung
sesak tanpa udara
semua seperti gelap,
menerka tanpa sedikit cahaya
dan semua nyata begitu sempit
terbatas tanpa sedikit ruang...
Disini..
aku mampu bertahan, namun entah sampai kapan?
aku mampu berlindung, namun entah dengan siapa?
dengan catatan kapan akan aku akhiri, dan siapa yang mampu mendekapku.
terbebas dari lubang yang sebenarnya aku mampu menutupnya sebelum aku terjatuh.
Apakah tujuan yang aku maksud itu ada?
apahak harapan yang aku khayalkan itu sesuai?
dan untuk ini semua,
mampukah aku...
Melindungi, agar tidak terlihat jelas maksud hati :)
aku rasa memang benar, jika aku berharap tuhan selalu ada untukku
itu pun benar, tidak ada yag salah..
Namun...
semua seperti dipasung
sesak tanpa udara
semua seperti gelap,
menerka tanpa sedikit cahaya
dan semua nyata begitu sempit
terbatas tanpa sedikit ruang...
Disini..
aku mampu bertahan, namun entah sampai kapan?
aku mampu berlindung, namun entah dengan siapa?
dengan catatan kapan akan aku akhiri, dan siapa yang mampu mendekapku.
terbebas dari lubang yang sebenarnya aku mampu menutupnya sebelum aku terjatuh.
Apakah tujuan yang aku maksud itu ada?
apahak harapan yang aku khayalkan itu sesuai?
dan untuk ini semua,
mampukah aku...
Melindungi, agar tidak terlihat jelas maksud hati :)
Langganan:
Postingan (Atom)
