Saat aku buka mata...
Tak ada yang menanggapi apa yang aku sampaikan.
Aku lelah sampai tak ada yang menjawab..
Aku bermimpi, tapi setelah aku terbangun aku telah berada di dalam sebuah mimpi.
Aku bermimpi didalam sebuah mimpi. Awalnya aku tak mengerti sampai dimana akan terbangun.
Ga ada yang membangunkan aku,
Tuhan, aku sungguh lelah berjalan didalam dunia yang bukan jiwa ragaku yang menjalankan.
Berada ditengah2 bangunan yang sangat asing, Cuma ditemani ecy “Deasy” yang hanya bisa tersenyum dan terdiam.. aku berjalan ditengah malam, hanya segelintir orang yang menatapku sinis tak ada yang menjawab apa yang aku tanyakan “ maaf, kalo boleh tanya ini daerah mana?” dan mereka hanya berjalan tanpa menghiraukan aku. Yang mereka lakukan hanya lalu lalang..
Terasa sakit dibagian leher sampai kepala, aku pun menangis.. mungkin karena lelah mengendong ecy yang minta digendong belakang. Sesekali melihat ecy dan kulihat ia begitu cantik tertidur dibahuku, tanpa memperdulikan sakit pada leher aku masih berjalan.
Akupun duduk tanpa harus melepaskan deasy dari gendongan dan aku menagis..
Akupun terbangun..
dan meningat mimpiku dan mencari deasy, tapi aku ditengah orang2 yang sedang berbaring disalah satu ruangan dimana berbaris tempat tidur, ada yang berbicara. Dan ternyata adalah dokter aku mencoba bangun dari tempat tidur yang tertulis dipapannya namaku *Nn. Dini Puspita Marca Daud*
didalam hati aku berkata “maksudnya apa?” aku beranjak meninggalkan tempat tidur dan menuju pintu keluar. Ada sahutan dari dalam ruangan “nanti kau tersesat, dan pasti kembali kesini”. Setelah berada diluar aku seperti berada atas mercu suar. Masih dibangunan yang asing, bangunan bergaya roma.
Tuhan, aku lelah. Berapa banyak lagi mimpi yang aku harus lalui?
Berasa sakit dileher sampai kepala, sumpah aku lelah..
Memutuskan kembali keatas gedung itu, menaiki tangga besi yang panjang dan berbelok2..
Perlahan ku buka pintu dan melihat mereka yang tertidur ditempat tidur yang berbaris, “mengapa aku tak mengenal mereka” dimana deasy?”
Seorang suster meminta aku untuk masuk, sebelum masuk aku memandang keluar.. tak 1 orang pun yang kulihat. Lalu masuklah aku, aku duduk diatas tempat tidur yang bertuliskan namaku *Nn. Dini Puspita Marca Daud*. Kiri dan kananku tengah tertidur dengan wajah yang putih dan terlihat cantik dan tampan. Dipakaikan aku sabuk pengaman, dibagian pinggang.. Kulihat jarum suntik mengarah ke lengan kanan dan terasa sakit.. “ya Allah, angkatlah sakit ku ini. Sembuhkan aku seketika, seperti Engkau sembuhkan Nabi Ayub. Maafin dini ya Allah.

Trenyuh kubaca ceritamu, lantas apa yang terjadi kemudian?
BalasHapus